Oleh Sabjan Badio
Saya tertarik dengan tulisan Tyan Sae yang berjudul “Tradisi Salah Kaprah“, kalimat Minal ‘Aidin wal Faizin selama ini memang banyak disangka berarti ‘mohon maaf lahir dan batin’. Anggapan tersebut semakin tegas setelah saya membaca berita di Detik.com yang berjudul “Qory Sandioriva Sudah ‘Minal Aidin Wal Faizin’ ke Ibunya” dan mendapati pernyataan pengacara Qory, Malik Bawazir: “Nggak, dia sudah minal aidin (wal faizin) sama ibunya. Sudah saya tanya, saat Lebaran dia juga sampaikan permohonan maafnya”.
Berdasarkan catatan Wikipedia, Minal ‘Aidin wal Faizin tidak terdapat dalam tradisi Arab, ungkapan tersebut secara harfiah diterjemahkan menjadi “dari (yang) kembali dan berhasil”–kacau, kan? Yang sebenarnya dimaksudkan dari ungkapan tersebut adalah “Semoga kita semua tergolong mereka yang kembali (ke fitrah) dan berhasil (dalam latihan menahan diri)”.
Ungkapan yang digunakan saat Idul Fitri seharusnya “taqobbalallahu minna waminkum” yang artinya “semoga Allah menerima amalku dan amal kalian”. Masalah setelahnya disertai kata-kata mohon maaf, itu boleh saja sebab umat Islam dianjurkan untuk menghapus salah, di antaranya dengan minta maaf.
Jadi, ucapan yang disarankan di Indonesia (dari saya sebagai blogger) adalah: “Taqobbalallahu minna waminkum dan mohon maaf lahir dan batin”.
“Tulisan ini dibuat untuk memeriahkan acara lomba blog pesona muslim.”
Filed under: salah kaprah, bahasa indonesia, ensiklopedia salah kaprah, kamus salah kaprah, salah kaprah
Taqobbalallahu minna waminkum. Selamat idul fitri 1431 H. Maaf lahir batin (gak apa2 kan walau ini baru kunjungan perdana)
Salam
Maaf lahir batin juga. Tak masalah, apalagi Anda memang telah dinyatakan bersalah karena telah mengunjungi blog ini tanpa izin. Hehe.
Saya menunggu penjelasan tentang ini. Terimakasih untuk penjabaran yang ringkas, dan saya mohon maaf atas — jikalau ada — kesalahan fisik dan atas kesalahan psikis.
Minal aidzin (ups). :-)
Terima kasih (juga) atas kunjungan Bung David. “minal aidzin” juga. :)
[...] Minal 'Aidin wal Faizin « ensiklopedia salah kaprah [...]
Bangsa kita kayaknya memang “senang” yang salah kaprah. Salah satunya karena selalu ingin yang praktis.
Salam kenal,
Ditunggu komentar baliknya.
Salam kenal kembali. Kok link-nya tak ada?
[...] Minal 'Aidin wal Faizin « ensiklopedia salah kaprah [...]
[...] Minal 'Aidin wal Faizin « ensiklopedia salah kaprah [...]
top posting….(Tim Juri Pesona muslim)
terima kasih. mendapat berapa poin, ya? :-)